Pelatih asal Spanyol itu menilai karakteristik lapangan berpotensi membantu Indonesia ketika menghadapi tekanan Brasil. Bola yang bergerak lebih lambat diharapkan memberi keuntungan bagi pertahanan untuk membaca serangan lawan dan menjaga organisasi permainan.
"Saat menghadapi tim-tim kuat, laju bola yang lebih lambat bisa membantu pertahanan kami. Kami berharap kondisi tersebut bisa memberikan keuntungan bagi tim," tambahnya.
Meski berpotensi membantu pertahanan, lapangan interlock juga menghadirkan tantangan bagi Indonesia ketika membangun serangan. Pergerakan bola yang berbeda dari lapangan parket dapat memengaruhi aliran permainan dan kombinasi antarpemain.
"Namun, di sisi lain, situasi ini juga akan menyulitkan kami dalam membangun serangan karena pergerakan bola tidak akan sebaik ketika bermain di lapangan parket," kata Hector.
Dia menjelaskan para pemain Indonesia sudah mengenal perbedaan karakteristik kedua jenis permukaan lapangan tersebut. Namun, pemahaman itu tetap perlu diikuti penyesuaian langsung agar pemain bisa menerapkannya saat menghadapi Brasil.