Sejak balapan di Mugello, pembalap bernomor 93 tersebut mengoleksi enam kemenangan. Lima di antaranya diraih dengan menyapu bersih kemenangan balapan sprint dan Grand Prix pada akhir pekan yang sama.
Sebaliknya, Martin baru mencatatkan satu kemenangan Grand Prix di Le Mans. Namun, pembalap bernomor 89 tersebut mampu menjaga konsistensi dengan sembilan kali naik podium dan lima kemenangan sprint.
Persaingan gelar juga masih melibatkan Marco Bezzecchi. Rekan setim Martin di Aprilia itu menempati peringkat ketiga dengan 309 poin, tertinggal 46 angka dari Martin dan 44 angka dari Marquez.
Di tengah ketatnya persaingan, Marquez justru memberikan pujian tinggi kepada Martin. Dia menilai rival senegaranya tersebut mempunyai kecepatan luar biasa dan kemampuan mengambil keputusan secara spontan ketika berada di lintasan.
"Jorge sangat cepat dan, bagi saya, salah satu kelebihannya adalah dia tidak terlalu banyak berpikir saat berada di atas motor. Dia membalap berdasarkan naluri, meskipun selama bertahun-tahun dia mulai sedikit lebih banyak berpikir," kata Marquez dalam wawancara dengan Motorsport.com di Australia, Jumat (23/10/2026).