Faktor cedera tersebut membuat dia realistis dalam menentukan masa depan. Dia ingin tetap balapan dalam kondisi kompetitif, bukan sekadar bertahan tanpa performa maksimal.
Marquez juga menyinggung batas usia pensiun. Dia tidak berencana mengikuti jejak Valentino Rossi yang tetap balapan hingga usia 43 tahun.
“Saya bahkan tidak akan mencapai usia 40 tahun untuk pensiun,” kata dia.
Pernyataan tersebut menegaskan dia memiliki target karier yang jelas. Fokus utama tetap menjaga performa dan daya saing di lintasan MotoGP.
Saat ini, Marquez tengah bersiap menghadapi seri kedua MotoGP 2026. Balapan akan digelar di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, pada 20-23 Maret 2026.
Pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, dia gagal finis akibat ban pecah saat memasuki lap ke-21. Hasil itu menjadi evaluasi penting bagi dia dan tim Ducati Lenovo untuk bangkit di seri berikutnya.
Marquez tetap optimistis bisa kembali menunjukkan performa terbaik dan bersaing memperebutkan posisi terdepan di MotoGP musim ini.