Márquez mengumpulkan 217 poin dalam periode tersebut, jauh di atas Jorge Martín yang mengoleksi 107 poin dan Marco Bezzecchi dengan 99 poin. Dua pembalap Aprilia itu sebelumnya berada di depan Márquez dalam klasemen.
Ducati juga datang ke Red Bull Ring dengan keunggulan tipis. Pabrikan asal Borgo Panigale memimpin klasemen konstruktor dengan selisih dua poin atas Aprilia. Sementara itu, Márquez memiliki jumlah poin yang sama dengan Martín, yang sempat memimpin klasemen sejak Assen.
Perbedaan utama terlihat dari jumlah kemenangan. Márquez sudah mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Martín baru satu kali finis sebagai pemenang. Statistik tersebut membuat posisi Márquez semakin kuat dalam perburuan gelar.
Red Bull Ring juga menjadi panggung yang menguntungkan Ducati. Sejak 2016, Ducati sudah mengamankan 10 kemenangan di sirkuit tersebut. Kemenangan terakhir bahkan diraih Márquez. KTM memiliki dua kemenangan, sedangkan Aprilia baru sekali naik podium melalui Bezzecchi yang finis ketiga pada 2015.
Konsistensi Márquez di paruh kedua musim juga menjadi ancaman serius bagi para rivalnya. Dia sudah 109 kali memimpin klasemen MotoGP sejak pertama kali mengambil posisi tersebut di Austin pada 2013, saat masih menjalani musim debutnya di kelas utama.