Menurut Bagnaia, kini pembalap tidak lagi bisa mengandalkan push start jika mesin mati. Satu-satunya peluang adalah menjaga mesin tetap hidup.
“Kamu tidak bisa mendorong motor jika mesinnya mati sekarang. Kalau masih hidup, kamu bisa lanjut. Jadi penting untuk berusaha menjaga mesin tetap menyala,” ujar dia.
Namun, strategi tersebut membawa risiko tersendiri. Menahan motor saat terjatuh berpotensi meningkatkan cedera bagi pembalap.
Di sisi teknis, aturan ini juga bisa mendorong tim mengatur ulang sistem anti-stall agar mesin bertahan lebih lama saat motor terjatuh. Langkah tersebut tetap harus diimbangi risiko kerusakan mesin.
Dengan regulasi baru ini, MotoGP 2026 tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kecerdasan, kontrol, dan pengambilan keputusan dalam situasi krisis.