“Fakta saya tidak tahu kondisinya akan seperti apa, saya memberi segalanya sampai tubuh dan lengan kanan bilang ‘oke, berhenti’,” kata Marquez.
Dia bahkan sempat mengalami kelelahan ekstrem saat balapan masih menyisakan banyak lap. Situasi tersebut memaksanya mengandalkan mental untuk tetap bertahan.
“Saya ingat merasa sangat lelah dan saya melihat pit wall, masih ada sepuluh lap tersisa. Ada sedikit frustrasi di sana. Tapi saya mencoba bertarung,” ujarnya.
Marquez sadar duel tersebut hampir pasti berakhir dengan kekalahan, namun dia tetap memilih melawan hingga batas akhir.
“Saya tahu saya akan kalah dalam pertarungan itu, tapi saya bilang, ‘kalau saya harus menjual kulit saya, saya akan menjualnya dengan harga mahal’,” ucapnya.