Melalui program tersebut, para pendidik menyelenggarakan kompetisi internal, membimbing siswa, serta mengarahkan keseimbangan antara akademik, pengembangan diri, dan aktivitas bermain gim.
Hingga kini, lebih dari 300 sekolah di Surabaya dan wilayah sekitarnya di Jawa Timur telah terlibat. Program ini membentuk salah satu kerangka esports berbasis sekolah dengan pendampingan guru paling komprehensif di Indonesia.
Penutupan turnamen menegaskan dukungan kuat pemerintah daerah. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI, dan PBESI hadir langsung, menandakan legitimasi pendekatan esports berbasis pendidikan.
Pemerintah menilai aktivitas esports pelajar harus berjalan seiring pengawasan, keseimbangan, serta pembentukan karakter agar minat bermain gim tetap sejalan dengan tanggung jawab akademik dan kesehatan emosional.
“MLBB Goes to School diselenggarakan dalam lingkungan positif untuk mendidik siswa mengenai pentingnya bermain gim secara sehat, sekaligus mengembangkan bakat mereka di esports. Para siswa tidak hanya diuji kemampuan bermain, tetapi juga sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan pengendalian emosi. Kami berharap program ini membentuk generasi muda yang mampu menyeimbangkan akademik dan dunia esports,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.