Bagi Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, laga tersebut menjadi pengalaman pertama tampil di Kejuaraan Dunia. Arlya mengakui atmosfer besar turnamen membuat mereka sempat mengalami tekanan.
“Ini pertandingan pertama kami di Kejuaraan Dunia, pasti tegang tapi sangat excited. Itu jadi sedikit berpengaruh ke lapangan tadi. Kami harus bisa lebih mengontrol emosi dan menjaga konsistensi di match selanjutnya,” ujarnya.
Bimo Prasetyo juga menceritakan perubahan permainan setelah mereka merebut gim pertama. Menurut dia, lawan mulai menemukan ritme sehingga membuat mereka kesulitan pada gim kedua dan ketiga.
“Setelah kami menang di gim pertama, lawan mainnya lebih jalan, lebih hidup, kami jadi yang kebingungan di gim kedua dan ketiga sampai poin 16-20 itu. Akhirnya kami berpikir untuk fokus satu poin ini tidak boleh mati sendiri akhirnya pelan-pelan bisa mengejar,” tuturnya.
Bimo mengaku sangat menikmati kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Dia menyebut atmosfer turnamen tersebut berbeda dibandingkan ajang yang pernah mereka ikuti sebelumnya.
“Rasanya senang bisa main di Kejuaraan Dunia, luar biasa atmosfernya, berbeda dengan turnamen yang kami ikuti sebelumnya. Kami tidak tahu apakah akan punya kesempatan seperti ini lagi jadi kami mau maksimalkan sekarang,” ungkapnya.
Kemenangan atas pasangan Prancis tersebut menjadi modal penting bagi Bimo/Arlya untuk melanjutkan perjuangan di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka juga bertekad memperbaiki kekurangan setelah melewati laga penuh tekanan tersebut.