“Kunci kemenangan kami di pertandingan final tadi adalah kekompakan tim yang sudah lama terjalin baik di dalam maupun luar lapangan. Jadi, kami terus saling support bahkan jika salah satu pemain tidak berhasil meraih kemenangan. Saya juga bangga bisa menjadi bagian dari sejarah tim U-19 putra PB Djarum yang mampu mempertahankan Piala Liem Swie King untuk enam kali beruntun” ujar Radithya.
Sementara itu, tim U-19 putri PB Djarum tampil meyakinkan saat menghadapi C.Y. Foundation Badminton dari China Taipei. Mereka menyudahi pertandingan final dengan kemenangan telak 3-0 melalui kontribusi Hani Miftasari, pasangan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri, serta Christabel Calista Purwanto.
Hasil tersebut memastikan Piala Susy Susanti kembali menjadi milik PB Djarum. Calista mengaku percaya diri saat turun bertanding karena timnya sudah unggul 2-0 sebelum giliran dia bermain. Pengalaman menghadapi lawan yang sama di fase grup juga menjadi bekal penting.
“Puji Tuhan pertandingan final berjalan sesuai dengan harapan kami karena pemain-pemain yang turun bertanding mendapatkan kemenangan. Saya sendiri tadi memang penuh percaya diri sejak awal, karena sebelum giliran saya bertanding, tim sudah unggul 2-0. Selain itu, kami juga sudah bertemu dengan China Taipei di babak penyisihan grup dan cukup mengetahui permainan mereka, baik kelebihan maupun kekurangan mereka. Saya senang sekali karena Piala Susy Susanti akhirnya bisa kembali ke pelukan kami,” kata Calista.
Kesuksesan PB Djarum tidak berhenti di kelompok U-19. Tim U-17 putra dan putri juga berhasil mengamankan gelar juara setelah merebut kembali Piala Haryanto Arbi dan Piala Yuni Kartika yang sempat lepas pada tahun sebelumnya.