“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya, dikutip dari rilis resmi PBSI.
Eng Hian menyoroti fleksibilitas strategi Prancis sebagai faktor pembeda. Popov bersaudara mampu bermain di sektor tunggal maupun ganda, sehingga memberi keuntungan dalam penyusunan line-up.
Kondisi tersebut membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal. Secara peringkat dunia dan rekor pertemuan, duel tersebut relatif seimbang.
Indonesia sempat memiliki peluang melalui Anthony Sinisuka Ginting. Namun dia mengalami kendala fisik di gim ketiga setelah terjatuh dan mengalami kram.
Akibatnya, pergerakan dia tidak optimal dan akurasi pukulan menurun. Dia akhirnya kalah tipis 20-22 dari Toma Junior Popov di gim penentuan.