Menurut Karel, chemistry Apriyani/Fadia belum kembali seperti sebelumnya, sehingga keputusan akhir mengenai keberlanjutan pasangan itu belum dapat diambil. Dia memastikan diskusi bersama Nitya Krishinda Maheswari wajib dilakukan sebelum hasilnya disampaikan kepada Kabid Binpres PBSI, Eng Hian.
"Saya akan meeting dulu bersama Nitya. Mereka baru main beberapa turnamen, jadi kami bicarakan dulu sebelum disampaikan ke binpres kalau ada rencana baru. Untuk sementara belum ada keputusan," ujarnya.
Apriyani/Fadia menutup musim dengan tampil di Australian Open Super 500 sebelum mundur dari tiga turnamen beruntun: Syed Modi International, Guwahati Masters, dan Odisha Masters. Lanny/Tiwi dijadwalkan tampil di Astana International Challenge pada Desember 2025 sebagai bagian dari proses evaluasi performa mereka.
Dengan komposisi baru dan proyeksi yang lebih terarah, sektor ganda putri Indonesia memasuki fase penting untuk memastikan kekuatan terbaik jelang Race to Olympic 2028.