Ketertarikan tersebut menjadi sinyal konkret bagi pemain Indonesia. Michael menilai proses menuju Spanyol membutuhkan waktu, namun arah pengembangan sudah jelas dan terukur.
“Jadi harapan kita mungkin tahun depan, mungkin dua tahun dari sekarang, tapi akan tiba saatnya bahkan pemain-pemain Indonesia bisa abroad ke Spanyol,” sambungnya.
Michael menyebut keberhasilan mengirim pemain ke Spanyol akan menjadi lompatan besar futsal nasional. Liga Spanyol dikenal sebagai pusat futsal dunia dengan kualitas teknis dan taktik tertinggi.
Dia mencontohkan Brasil sebagai negara terkuat futsal dunia yang banyak mengirim pemain tim nasionalnya ke klub-klub Spanyol. Menurut dia, jalur serupa bisa dibangun Indonesia lewat peningkatan standar liga domestik.
“Dan kalau teman-teman lihat Brasil, yang sekarang ini negara paling kuat di dunia kalau bicara soal futsal, pemain-pemain Brasil itu—pemain Timnas Brasil—itu kebanyakan mainnya di mana? Di Liga Spanyol. Jadi saya punya impian bahwa ke depan, pemain Timnas Indonesia juga akan banyak yang akan bisa bermain juga di klub-klub di Spanyol,” pungkas Michael.
Kolaborasi ini menempatkan pengembangan pemain sebagai prioritas utama. FFI dan PT KFI kini memiliki pintu langsung ke ekosistem futsal Spanyol yang selama ini menjadi kiblat dunia.