Pada musim sebelumnya, Liga Indonesia mengantongi 11.033 poin berkat kiprah dua klub di kompetisi Asia. Catatan tersebut menunjukkan pentingnya hasil pertandingan antarklub untuk menjaga peluang Indonesia memperbaiki posisi dalam pemeringkatan.
Karena itu, klub Indonesia perlu menjaga konsistensi dan melangkah sejauh mungkin dalam kompetisi Asia. Kemenangan pada fase grup dapat menambah poin, sedangkan kegagalan melaju ke babak berikutnya bisa membatasi peluang untuk mengejar negara-negara pesaing.
Persib kini harus mengalihkan perhatian ke pertandingan ketiga Grup E ACL Two. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi wakil Australia, Melbourne Victory, pada 28 Oktober 2026.
Laga tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Persib untuk menambah poin bagi Indonesia sekaligus memperkuat posisi mereka di Grup E. Hasil pertandingan klub-klub Indonesia di kompetisi Asia akan berpengaruh terhadap perolehan koefisien liga.
Selain Persib, Borneo FC juga akan menjalani perjuangan di kompetisi antarklub Asia. Klub asal Samarinda itu dijadwalkan menjadi tuan rumah fase grup AFC Challenge League di Stadion Segiri pada 18–24 Oktober 2026.
Borneo FC akan menghadapi tiga wakil dari negara berbeda, yakni Yangon United dari Myanmar, One Taguig dari Filipina, dan Tainan City dari Taiwan. Penampilan mereka di fase grup juga menjadi bagian dari kiprah klub Indonesia di panggung kontinental.
Dengan Persib melanjutkan perjuangan di ACL Two dan Borneo FC tampil di AFC Challenge League, Indonesia memiliki kesempatan untuk kembali mengumpulkan poin. Konsistensi kedua klub dan peserta Indonesia lainnya akan menjadi faktor penting dalam upaya mempertahankan tren kenaikan ranking Liga Indonesia di Asia.