Profil biodata Fabio Quartararo menarik untuk dibahas. Juara dunia MotoGP 2021 ini sangat ramah kepada pengemarnya, khususnya saat di Mandalika.(Foto: iNews/Muzakir)
Rilo Pambudi

JAKARTA, iNews.id - Profil biodata Fabio Quartararo menarik untuk dibahas. Juara dunia MotoGP 2021 ini sangat ramah kepada pengemarnya, khususnya saat di Mandalika.

Pembalap berusia 22 tahun itu bermain bersama tim Monster Energy Yamaha MotoGP. Fabio Quartararo sebenarnya sudah menjadi sorotan setelah menyabet Rookie of the Year pada tahun 2019.

Quartararo bergabung bersama  Yamaha Factory Racing Team pada tahun 2021 untuk menggantikan Valentino Rossi. Dan sangat luar biasa, ia berhasil merebut gelar juara di musim pertamanya dengan mengoleksi 5 kemenangan dan 10 podium.

Quartararo mencatatkan rekor baru dengan menjadi pembalap Prancis pertama yang sukses menjuarai MotoGP. Atas penampilan gemilangnya, pembalap yang dijuluki El Diablo itu seketika jadi idola baru di dunia.

Selain itu, Quartararo menjadi perbincangan saat MotoGP Mandalika 2022. Dia terlihat sangat ramah dengan bocah-bocah di Mandalika.

Dia sempat memborong semua dagangan gelang salah satu penjual cilik di Mandalika. Tak berhenti di situ, Quartararo kembali jadi perbincangan di media sosial karena mentraktir es krim bocah-bocah di sekitar Sirkuit Mandalika.

Pembalap Fabio Quartararo (kanan) saat membeli pulsa (Foto: Instagram/@moonstar.cell)

Keramahan itu pun menjadi sorotan dunia. Quartararo pun semakin digilai fans MotoGP di dunia.

Dikutip iNews.id dari berbagai sumber, berikut ini adalah profil biodata Fabio Quartararo beserta perjalanan kariernya yang gemilang.

Profil Biodata Fabio Quartararo

Nama Lengkap: Fabio Quartararo

Tempat Lahir: Nice Prancis

Tanggal Lahir: Nice, 20 April 1999

Usia: 22 Tahun

Bike Number: 20

Tim saat ini: Monster Energy Yamaha MotoGP

Nama Julukan: El Diablo

Instagram: @fabioquartararo20

Perjalanan Karier Fabio Quartararo

Fabio Quartararo lahir di Nice, Prancis pada 20 April 1999. Pemain yang kini hampir berusia 23 tahun itu juga kerap dipanggil sebagai El Diablo, Hollywood, El Principito, dan El Fenómeno. Hal itu karena penampilannya di MotoGP yang sangat fenomenal.

Kiprah Quartararo di dunia balap sudah dimulai sejak usia dini. Pasalnya, ia dibimbing langsung oleh Jean Philippe Henry serta sang ayah, Etienne, yang dulunya adalah pembalap di kelas 125cc.

Kariernya melejit setelah menyabet berbagai prestasi di kejuaraan dunia. 'El Diablo' berkiprah di kelas Moto3 pada tahun 2015 pada usia 15 tahun. Ia masuk di usia muda setelah aturan yang melarang untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Moto3 sebelum usia 16 tahun telah dicabut tahun itu. 

Fabio Quartararo merupakan Juara Moto3 FIM CEV 2013 dan 2014, pembalap Prancis itu dianggap sebagai ancaman perebut gelar sejak awal. Seperti yang diprediksi banyak orang, dia tampil impresif sejak awal dan sudah berdiri di podium hanya dalam balapan keduanya, di Circuit of The Americas. 

Kariernya sempat meredup setelah dia hanya mengambil tempat ketiga belas pada tahun 2016 dengan tim Leopard Racing di kelas Moto3. Bahkan ia mengulangi peringkat tersebut pada tahun 2017 dengan Paginas Amarillas HP 40 di Moto2 tanpa podium.

Namun, kecepatannya yang mengesankan sepanjang debut kelas menengahnya membuatnya bergabung dengan tim Speed ​​Up Racing untuk musim keduanya.

Pada tahun 2018 dia membuat langkah besar di kejuaraan Moto2. Dia meraih pole dan GP kelas menengah pertamanya di Circuit de Barcelona-Catalunya. Quartararo mengikutinya dengan tempat kedua di TT Circuit Assen dan akhirnya mengambil posisi 10 besar di klasemen akhir. 

Pada bulan Agustus 2018, juga diumumkan bahwa Fabio akan bergabung dengan Franco Morbidelli di tim satelit Yamaha yang baru dibentuk, Petronas Yamaha SRT.

Dan apa yang terjadi di tahun 2019 sungguh luar biasa. Pembalap nomor 20 itu ingin menunjukkan kepada siapa saja yang meragukan kemampuannya. Dia membungkam para penentang dengan meraih tujuh podium dan enam pole position. 

Fabio juga menyelesaikan musim sebagai Rookie of the Year, pemenang Independent Riders' Championship, dan kelima di Kejuaraan Dunia secara keseluruhan.

Seolah masih kemenangan pertama yang sulit didapat di kelas utama MotoGP, ia menargetkan menjadi juara utama untuk 2020. Meski kalender berubah karena pandemi global Covid-19, ia tidak perlu menunggu lama. Fabio mendominasi di Jerez pada bulan Juli, membuka kampanyenya dengan kemenangan ganda. Di Catalunya dia mencetak kemenangan ketiganya, tetapi dia berjuang untuk membawa performa yang sama hingga akhir musim.

Namun, dari total 14 GP ia mengamankan sembilan start baris depan, empat di antaranya pole position. Jelas keajaiban Prancis memiliki kecepatan. Hal itu membuatnya mengincar konsistensi untuk mengamankan gelar kejuaraan pertamanya.

Pada tahun 2021, Fabio memenuhi dua mimpinya dalam satu musim. Ia  mengikuti jejak idolanya, Valentino Rossi dengan bergabung dengan Monster Energy Yamaha MotoGP Team dan menjadi Juara Dunia. 

Fabio juga mendapatkan BMW M Award 2021 atas prestasi gemilangnya.


Editor : Ibnu Hariyanto

BERITA TERKAIT