Menurut dia, kemenangan tersebut bukan disebabkan lawan tampil di bawah performa terbaik. Putri menilai Sung Shuo Yun bermain dengan karakter yang sama seperti saat mereka bertemu sebelumnya.
“Lawan hari ini tidak bermain di bawah performanya, memang permainannya seperti itu. Terakhir kali ketemu di Indonesia Masters tahun ini, tidak banyak perubahan. Jadi tadi memang bisa dibilang bermain dengan teknik yang saya inginkan dan saya sudah membaca kekurangan lawan,” tuturnya.
Keberhasilan itu menjadi modal penting bagi Putri untuk menghadapi tantangan berikutnya. Sebab, di babak 16 besar dia akan berhadapan dengan Michelle Li yang menjadi salah satu lawan tangguh di sektor tunggal putri.
Pertemuan melawan Michelle Li memiliki arti khusus bagi Putri. Pada duel terakhir di Piala Uber 2026, dia harus mengakui keunggulan pebulu tangkis asal Kanada tersebut.
Karena itu, laga di Istora menjadi kesempatan bagi Putri untuk melakukan revans sekaligus membuktikan kualitasnya di hadapan publik Indonesia.