Putri KW mengungkapkan perubahan strategi lawan menjadi salah satu penyebab dirinya kehilangan momentum. Wang Zhi Yi mempercepat tempo serangan dan beberapa kali melepaskan pukulan spekulasi yang sulit diantisipasi.
"Ketika saya unggul 18-14 di gim kedua, dia mempercepat permainan termasuk dari cara serangannya juga. Selain itu, ada beberapa kali pukulan spekulasi yang kurang bisa diantisipasi," kata Putri KW.
Wang Zhi Yi akhirnya berhasil menutup gim kedua dengan kemenangan 22-20 sekaligus memastikan China mendapatkan poin pertama dalam duel semifinal beregu putri Asian Games 2026.
Usai pertandingan, Putri KW memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Dia langsung mengalihkan fokus untuk pemulihan kondisi fisik dan mental sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
"Setelah ini, masih ada mungkin laga final atau yang pasti masih ada nomor perorangan, jadi saya mau fokus pemulihan yang cepat dan harus lebih dijaga hati serta pikirannya," tutur Putri KW.
Kegagalan meraih poin pertama tidak membuat perjuangan Indonesia berakhir. Para pemain lainnya masih akan berusaha mengejar ketertinggalan dalam perebutan tiket menuju final bulutangkis beregu putri Asian Games 2026.