“Ini adalah perjalanan panjang bersama. Saya pikir banyak penggemar saya mungkin lahir ketika saya berada di trek dan sekarang tiba di momen ini! Itu luar biasa karena saya mendapat dukungan luar biasa dari semua penggemar di seluruh dunia,” lanjut pembalap berusia 42 tahun tersebut.
Rossi sendiri menyadari bahwa hasil yang dia dapatkan sebagai pembalap MotoGP tidak lagi fantastis. Terlebih sering ada penggemar yang menangis akibat kegagalannya berpacu di arena balap. Dia mengatakan jika itu adalah emosi terbesar yang dia pikirkan.
"Sekarang hasilnya tidak fantastis, tetapi orang-orang masih sangat senang melihat saya. Ada yang menangis dan bagi saya itu selalu mengejutkan. Saya bilang 'jangan menangis, kenapa kamu menangis?!' Saya pikir ini adalah emosi terbesar,” sambungnya.
Selama menjadi pembalap, VR46 telah menorehkan berbagai prestasi gemilang. Tentu saja, catatan paling fantastis adalah meraih sembilan gelar juara dunia selama masa kariernya di ajang Grand Prix.
Kesembilan gelar Rossi tersebut dimulai sejak berlaga di kelas 125cc hingga MotoGP. Adapun rinciannya adalah meraih satu titel di kelas 125cc dan 250cc serta sembilan gelar di kelas MotoGP.