Febi Setianingrum menjelaskan pasangan Indonesia sempat mencoba mengubah pola permainan setelah tertinggal. Mereka berusaha memperlambat tempo dan membuat Liu Sheng Shu/Tan Ning bergerak lebih banyak di lapangan.
Strategi tersebut sempat berjalan dan membuat Rachel/Febi mampu mengejar perolehan angka. Namun, ketika memasuki poin-poin akhir, mereka kembali kehilangan fokus sehingga China berhasil mengunci kemenangan.
"Di awal kami terlalu terbawa pola permainan mereka yang bermain cepat. Setelah itu, kami coba memperlambat tempo, mainnya satu-satu, banyak membuat mereka lari dan cukup berhasil. Sayang memang di terakhir kami terburu-buru," kata Febi.
Kekalahan dari pasangan China menjadi bahan evaluasi bagi Rachel/Febi sebelum turun di nomor perorangan Asian Games 2026. Mereka menilai persaingan di sektor individu akan jauh lebih ketat karena setiap negara hanya mengirim pasangan terbaik.
Rachel menyebut konsistensi permainan menjadi hal utama yang harus diperbaiki agar bisa tampil lebih kuat pada pertandingan berikutnya.