Rachel menyebut perubahan pendekatan mental menjadi titik balik. Dia dan Febi berusaha menahan emosi dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan.
“Kunci kemenangannya mungkin bermain lebih tenang dan tidak terburu-buru, karena itu yang bikin kita banyak mati sendiri di set awal. Setelah itu kita coba bermain lebih rapi, baik dari serangan maupun pertahanan,” tutur Rachel.
Lolos ke semifinal disebut Rachel sebagai hasil yang tidak mereka targetkan secara berlebihan. Fokus utama sejak awal turnamen hanya menjaga konsistensi permainan setiap hari.
“Tidak ada yang menyangka juga sih. Kita hanya ingin bermain bagus di setiap harinya dan bersyukur bisa mencapai semifinal,” Rachel menjelaskan.