Sebelum partai ganda putra ini, Indonesia lebih dulu memperkecil ketertinggalan lewat tunggal putra Prahdiska Bagas Shujiwo. Dia sukses mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Eogene Ewe, dalam laga tiga gim.
Bagas mengamankan gim pertama dengan skor 21-12. Setelah kehilangan gim kedua 14-21, dia kembali bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-15. Hasil ini menjaga Indonesia tetap bersaing.
Skor imbang 2-2 membuat laga penentuan tak terelakkan. Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting sebagai wakil terakhir. Dia akan menghadapi Kong Wei Xiang dalam duel penentu nasib kedua tim.
Partai ini menjadi penentuan siapa yang keluar sebagai pemenang Grup D. Tekanan besar mengiringi laga, mengingat hasilnya berpengaruh langsung pada langkah Indonesia di BATC 2026.