Joaquin mengungkap momen penting terjadi saat mereka tertinggal 8-11 pada interval gim ketiga. Pasangan Indonesia mencoba menenangkan diri dan fokus mengejar poin satu per satu.
“Setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin,” ujar Joaquin.
Strategi tersebut berhasil ketika Raymond/Joaquin mencetak tujuh hingga delapan poin beruntun untuk membalikkan keadaan.
Pada kedudukan 19-19, Joaquin mengambil keputusan berani dengan melakukan flick servis yang akhirnya menjadi momen penentu kemenangan.
“Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil,” kata dia.
Joaquin juga mengaku terkesan bisa tampil di turnamen bulu tangkis tertua tersebut.
“Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini,” ujar dia.