Rian menilai kunci pertandingan terletak pada penguasaan bola depan, servis, dan pukulan pembuka. Selain itu, dia menegaskan pasangan Indonesia tidak boleh terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri.
“Jadi tadi sebenarnya memang kuncinya harus pegang di bola depan, servis dan pembukaannya. Juga tidak boleh gampang mati sendiri,” tuturnya.
Dia juga menyoroti performa mereka dalam beberapa turnamen terakhir. Hasil terbaik sejauh ini tercipta di All England setelah menembus perempat final, sedangkan di turnamen lain mereka kerap tersingkir pada babak pertama.
“Dari beberapa turnamen terakhir mungkin bisa dibilang paling bagus di All England yang sampai di delapan besar, selain itu kami kalah di babak pertama. Kami perlu banyak evaluasi, tambah lagi ekstra latihannya untuk mengejar level yang diharapkan,” ungkapnya.
Rahmat mengatakan dia dan Rian sudah berusaha maksimal. Namun, mereka harus cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan, arah angin, dan karakter shuttlecock yang cukup memengaruhi permainan.