Kemenangan atas judoka Korea Selatan itu memastikan Sashenka melangkah ke pertandingan perebutan medali perunggu. Dia selanjutnya harus menghadapi wakil Aljazair, Dounia Berrahoual, dalam laga penentuan di kelas -63 kg putri.
Pertandingan berlangsung ketat karena kedua judoka tampil disiplin dan berhati-hati dalam melancarkan serangan. Sashenka akhirnya menemukan celah untuk mencetak waza-ari ketika waktu pertandingan tersisa 1 menit 20 detik.
Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan hingga laga selesai. Sashenka pun memastikan medali perunggu sekaligus membuka keran medali Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026.
“Senang dan bangga bisa meraih medali perunggu. Saya bisa sampai di sini berkat dukungan semua, teman, senior, pelatih, PB JI, NOC Indonesia, Kemenpora, CdM, dan tentunya orang tua serta keluarga, sehingga akhirnya saya bisa memberikan medali ini untuk Indonesia,” kata Sashenka dalam keterangannya.
Sashenka mengakui pertandingan pertamanya melawan judoka Korea Selatan tidak berjalan sesuai harapan. Setelah kekalahan tersebut, dia berusaha mengendalikan diri dan mengubah pendekatan saat menghadapi lawan berikutnya.