Rallycross menawarkan format balapan berbeda dari kompetisi sirkuit konvensional. Para pembalap bertarung dalam durasi singkat dengan intensitas tinggi di lintasan yang menggabungkan sekitar 60 persen aspal dan 40 persen gravel, yakni permukaan berupa campuran tanah serta kerikil.
Perpaduan permukaan tersebut menuntut pembalap mengambil keputusan secara cepat ketika bersaing memperebutkan posisi terdepan. Perubahan karakter lintasan juga menciptakan tantangan teknis yang berbeda dibandingkan balapan yang sepenuhnya berlangsung di atas aspal.
Melalui FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026, penyelenggara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan lebih dari sekadar kompetisi balap.
Ajang pada 5–6 Desember mendatang juga diharapkan memperkuat daya tarik Jakarta sebagai tuan rumah olahraga internasional, menggerakkan sektor sportainment, serta membuka peluang pertumbuhan ekosistem motorsport Indonesia.