2. Riccardo Paletti (GP Kanada 1982)
Baru dua kali mencicipi panasnya atmosfer F1, Riccardo Paletti sudah harus menemui ajal karena menabrak bagian belakang mobil Didier Pironi dalam kecepatan 160 km/jam. Paletti mengembuskan napas terakhirnya sesaat setelah tiba di rumah sakit terdekat.
3. Roland Ratzenberger (GP San Marino 1994)
Pembalap Austria ini meregang nyawa karena mengalami patah tulang tengkorak. Roland Ratzenberger menabrak dinding pembatas di tikungan Gilles Villeneuve saat melaju dengan kecepatan 305 km/jam di kualifikasi GP San Marino.
4. Ayrton Senna (GP San Marino 1994)
Ayrton Senna meninggal di usia 25 tahun, sehari setelah kematian Ratzenberger. Mobil yang dikendalikannya mengalami selip di area tikungan tajam sehingga menghantam dinding pembatas dalam kecepatan 217 km/jam. Dia tewas setelah divonis cedera pada bagian kepala.
Padahal jika menang pada balapan itu, pembalap Brasil tersebut berniat mengibarkan bendera Austria untuk menghormati mendiang Ratzenberger. Sepanjang sejarah, Senna mencicipi tiga kali juara dunia yaitu 1988, 1990, dan 1991.
5. Jules Bianchi (GP Jepang 2014)
Pria Prancis ini kecelakaan saat Sirkuit Suzuka diguyur hujan deras. Kejadian bermula ketika pembalap lainnya yakni Adrian Sutil kehilangan kendali sehingga menabrak ban pembatas. Traktor dikerahkan untuk mengevakuasi mobil Sutil.
Malang bagi Bianchi, dia juga mengalami kecelakaan di tikungan yang sama satu lap berikutnya. Mobil Bianchi menghantam sisi traktor hingga membuatnya koma dan mengembuskan napas terakhir di Centre Hospitalier Universitaire.