Ia menyebut kunci kemenangan timnya adalah keberhasilan membendung serangan lawan lewat blok rapat pada set penentuan.
"Sejak awal saya bilang ke anak-anak untuk siap capek dan bermain ketat hingga lima set karena atmosfir final four ini beda dengan babak reguler. Jadi, pemain harus siap fisik dan mental," kata Alim.
Sementara itu, pelatih Jakarta BIN, Octavian mengatakan timnya kalah karena permainan yang kurang maksimal. Mereka merasa banyak sekali melakukan kesalahan sendiri.
Selain itu, penampilan dua pemain asingnya Chen Peiyan dan Fernanda Tome di bawah performa terbaiknya, bahkan sering gagal menyumbang poin.
"Saya tidak tahu apa penyebabnya. Yang jelas, permainan anak-anak malam ini kurang maksimal. Bahkan, smes dari dua pemain asing kami kurang killer," kata Octavian.