Todotua menegaskan tugas tim pendukung bukan hanya mengurus keberangkatan. Mereka juga harus memastikan atlet dapat berkonsentrasi penuh selama menjalani persiapan dan pertandingan.
"Kami ingin memastikan tidak ada persoalan di luar lapangan yang mengganggu fokus atlet. Tugas kami adalah menjaga atlet untuk fokus dan mengoordinasikan seluruh kebutuhan kontingen sehingga saat berada di Asian Games nanti, atlet hanya perlu memikirkan satu hal, yaitu memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia," tutupnya.
Hasil di Hangzhou kini menjadi catatan pembanding, bukan jaminan keberhasilan di Aichi-Nagoya. Sepak takraw Indonesia masih harus melewati persiapan panjang untuk menghadapi kekuatan-kekuatan utama Asia.
Pelatnas di Parepare menjadi titik penting dalam upaya tersebut. Tim putra dan putri kini dituntut meningkatkan kualitas permainan agar peluang medali Asian Games 2026 tidak berhenti sebagai harapan.