Apabila Marquez finis di posisi kelima, keempat, ketiga, atau kedua dalam sprint race, dia wajib memenangi balapan utama untuk mencapai keunggulan 74 poin. Sementara itu, jika berhasil menjadi juara sprint race, Marquez cukup finis maksimal di posisi kedua pada balapan utama untuk mengunci gelar.
Skenario tersebut membuat setiap sesi balapan di Qatar memiliki arti penting bagi Marquez. Dia tidak hanya dituntut tampil cepat, tetapi juga harus menjaga konsistensi agar kesempatan pertama merebut gelar tidak terlewatkan.
Gelar juara dunia MotoGP 2026 akan menjadi pencapaian bersejarah bagi Marquez. Pembalap berusia 33 tahun itu berpeluang menjadi pembalap pertama dalam sejarah yang mampu membalikkan defisit lebih dari 100 poin sebelum akhirnya merebut gelar juara dunia.
Rekor sebelumnya dipegang rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Pada pertengahan musim 2022, Bagnaia mampu mengejar ketertinggalan 91 poin dan akhirnya keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya.
Selain rekor kebangkitan tersebut, gelar kedelapan di kelas premier akan membawa Marquez menyamai Giacomo Agostini dalam daftar pembalap dengan koleksi gelar terbanyak di kategori utama.