Madeline mengungkapkan pemilihan Tugu Selamat Datang memiliki makna kuat. Monumen tersebut merepresentasikan jejak perjuangan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, sekaligus relevan dengan garis finis di kawasan GBK.
"Tahun ini kita mengambil lambang Tugu Selamat Datang. Bung Karno memang mempunyai rekam jejak dalam berjuang untuk Indonesia. Kita harapkan para pelari nanti, setelah lari keliling GBK dan masuk ke finish line, seakan-akan mereka disambut oleh Bung Karno langsung," ujarnya.
Ajang Soekarno Run 2026 juga mendapat sambutan positif dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dia menilai antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari di Jakarta terus meningkat signifikan.
"Saya di sini mewakili pemerintah DKI Jakarta sangat menyambut baik kegiatan ini. Jakarta luar biasa memang, kegiatan olahraga di Jakarta sangat meningkat, apalagi yang dibilang run atau lari ini, dari hari ke hari, atau dari Minggu ke Minggu, atau dari bulan ke bulan, jumlahnya luar biasa," tutur Rano Karno.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto turut mengapresiasi inisiatif Soekarno Run 2026 yang digagas kelompok muda, khususnya 10 mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
"Terima kasih atas gagasan dan prakarsa dari anak-anak muda kita. Atas prakarsanya dengan semangat 'berlari di atas kaki sendiri', yang menggelorakan prinsip-prinsip pentingnya kemandirian dalam diri para pemuda Indonesia," ujar Hasto.
Hasto menegaskan Soekarno Run 2026 tidak sekadar ajang olahraga. Kegiatan ini juga diharapkan membangun ikatan emosional dengan Sang Proklamator serta menanamkan disiplin dan semangat Indonesia Raya.
Sebagai informasi, Soekarno Run 2026 akan digelar pada 15 Februari 2026 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Ajang ini mempertandingkan kategori 5K, 10K, dan Pelajar, dengan total 10.000 pelari. Panitia juga menyiapkan beasiswa bagi pelajar peraih podium.