”Awal kelas yang saya geluti adalah kelas Kyorogi sampai akhirnya saya pindah haluan ke kelas Poomsae karena sakit yang saya derita,” kata Defia, dikutip dari laman resmi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Minggu (19/8/2018).
Defia mulai berlatih taekwondo setelah dikenalkan kakak sepupunya. Sejak itu dia berlatih tekun di Unit Polwil Kota Bogor. Duet pelatih Sabeumnim Syamsudin dan Sabeumnim Soleh Basuni menempa kemampuan Defia.
Dalam perjalanannya, berbagai kejuaraan diikuti cewek yang hobi traveling ini. Gelar demi gelar pun direngkuhnya. Di kompetisi U-17, misalnya, Defia sukses menggondol emas di Korea Open Gwangju, Korea, pada 2012.
Di kejuaraan itu, dia juga merebut emas di nomor pasangan putri. Medali emas nomor pasangan juga disabetnya saat mengikuti Kejurnas Taekwondo di Bandung, pada 2013.
Koleksi medali emas juga disabetnya dari Kejuaraan Dunia Taekwondo putri U-30 nomor Poomsae di Korea pada 2016. Selain itu di Kejuaraan Bankimon Open Korea pada 2016.