“Ternyata di PBSI ini persiapannya luar biasa. Untuk setiap atlet sudah ada kustomisasi, mulai dari nutrisi, pelatihan, hingga gizinya sudah siap semua. Dengan support system yang luar biasa ini, saya semakin yakin cabang olahraga bulu tangkis akan terus meningkat prestasinya, karena sistem pendukungnya sangat komprehensif dan terintegrasi secara keseluruhan,” ucap Ita.
Perhatian Ita juga tertuju pada penggunaan teknologi informasi dalam evaluasi performa atlet. Sistem tersebut memungkinkan setiap pertandingan dianalisis sebagai bagian dari penerapan sport science di lingkungan pelatnas.
“Saya juga kagum melihat sistem evaluasinya yang menggunakan teknologi informasi. Setiap pertandingan selalu dievaluasi. Di sinilah bentuk nyata dari penerapan sport science,” tambahnya.
Persiapan yang terstruktur tersebut meningkatkan optimisme Ita terhadap peluang atlet bulu tangkis Indonesia di YOG Dakar 2026. Dia berharap Miftaqul Putri Ayudis dan Rayhan Pandu Askara mampu memanfaatkan program latihan yang sudah dijalani untuk tampil maksimal.
Sebagai CdM, Ita juga menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan Tim Indonesia selama berada di Senegal dapat terpenuhi. Dia ingin menjalankan amanah dari NOC Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga sebaik mungkin.