MULHEIM AN DER RUHR, iNews.id – Pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, harus mengakui keunggulan duet Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko lewat straight game 16-21, 18-21 di final ganda putra Jerman Terbuka, Minggu (11/3/2018) malam waktu setempat. Hasil tersebut membuat Indonesia gagal memiliki kampiun di ajang ini.
Fajar/Rian sebenarnya sempat unggul di game pertama atas Inoue/Kaneko, hingga memimpin 10-7. Namun sayang, pasangan Jepang itu menyerang balik hingga memaksa empat servis Fajar dianggap tak sah oleh wasit.
Hal yang sama kembali terulang pada game kedua. Sempat memimpin dengan skor 11-6, lima servis Fajar/Rian kembali foul dan mempengaruhi permainan unggulan ketujuh Jerman Terbuka itu.
Akibatnya, Fajar/Rian kian bernafsu untuk unggul, namun hal itu menyebabkan mereka kehilangan konsentrasi dan melakukan sejumlah kesalahan. Akibatnya, Inoue/Kaneko dapat membaca pola serangan ganda muda Indonesia itu.
“Dari pertama sudah enak banget mainnya, tetapi karena servis saya dinyatakan fault, konsentrasi saya jadi buyar. Saya jadi memikirkan bagaimana supaya servisnya tidak di-fault. Di game kedua juga sudah memimpin jauh, tapi waktu di-fault lagi, ini pengaruhnya besar buat saya,” kata Fajar kepada BadmintonIndonesia.org.
Pebulutangkis berusia 23 tahun tersebut lantas mempertanyakan kebijakan wasit yang memimpin laga itu. Menurut dia, tidak semua servis darinya merupakan fault.
“Seandainya servis saya salah, kenapa dari babak pertama tidak ada yang menyalahkan? Sejak babak pertama, servis saya baru sekali dibilang fault. Kalau dari awal, kan saya jadi bisa belajar, tapi di fault-nya di final begini mana bisa belajar di pertandingan final?” ujar pria kelahiran Bandung tersebut.
Fajar tidak sanggup menyembunyikan kekecewaannya, terlebih kalah di babak final. “Kami tidak puas banget sama hasil di turnamen ini, terutama penampilan kami di final, intinya karena servis,” ucap pemuda kelahiran 7 Maret itu.
Usai kekalahan di Jerman Terbuka, pasangan Fajar/Rian bertekad untuk tampil lebih baik di ajang All-England yang akan dimulai pada 14 Maret mendatang di Birmingham, Inggris.