Game keempat, sudah masuk ke suasana psikologis. Terlihat Echa siap menyelesaikan pertandingan karena grafik performa Tisa terlihat menurun. Namun Echa kembali melakukan kesalahan miss di bola 7. Tisa bangkit dan menyamakan skor menjadi 2-2.
Game kelima atau game terakhir benar-benar masuk ke game psikologis yang menegangkan. Echa benar-benar bermain taktis. Ia memancing Tisa untuk menyerang. Tisa memanfaatkan kesempatan ini dengan mengeksekusi bola 3 dengan sangat baik.
Dia kemudian memasukkan tiga bola berikutnya. Namun ketika berhadapan dengan dua bola terakhir yaitu bola 8 dan bola 9 faktor ketegangan "final-rack" berubah menjadi musibah buat Tisa. Ia berhasil memasukkan bola 8 namun tidak mulus. Akibatnya angle untuk bola 9 tidak bagus dan ia pun miss.
Echa mengeksekusi bola 9 dengan baik sekaligus memenangkan pertandingan ini dan merebut posisi 3 di Hot Nine.
Sekjen PB POBSI Robby Suarly mengatakan strategi yang diterapkan Echa bagaimana pun akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan. Ada banyak factor yang menentukan kemenangan seorang pemain. Mulai dari kemampuan menerapkan strategi yang tepat, membaca kekurangan lawan, membaca lay out bola, dan mengatasi tekanan. Ini sangat tergantung pada jam terbang.