Setelah pertandingan, Ubed mengungkapkan kepuasannya bisa berhadapan dengan Lanier. Dia menilai duel semifinal tersebut berlangsung menarik dan memberikan kesempatan untuk mengukur kemampuannya menghadapi salah satu pemain papan atas.
“Saya menunggu pertemuan dengan Alex dan kami berdua rasanya puas dengan apa yang ditampilkan. Pertandingan berjalan seru dan intens,” ungkap Ubed usai laga semifinal, dikutip dari keterangan resmi PBSI, Minggu (25/10/2026).
Ubed juga menilai kemenangan tersebut menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan permainannya. Hasil itu memberinya gambaran mengenai kemampuan bersaing saat menghadapi Lanier di level tertinggi.
“Saya juga bisa mengukur sebagai patokan seberapa bisa saya melawan dia dan ternyata bisa menang,” tambah pemain kelahiran asal Madura tersebut.
Selain menjadi finalis termuda dalam sejarah tunggal putra Super 750, Ubed juga masuk dalam kelompok terbatas pemain Indonesia yang mampu mencapai final pada level turnamen tersebut sejak kategori Super 750 mulai digelar pada 2018.