“Saya langsung mengenali salah seorang di antara mereka adalah Ronaldo. Sebab saya pernah melihatnya bermain di Piala Dunia (2006) lalu. Lagipula, dia adalah idola saya,” ujar Juliana, dikutip dari Mirror.
Pada awalnya, para wanita penghibur itu mengaku sangat senang karena bisa melayani sosok yang selama ini diidolakannya. Bahkan mereka merasa sudah menjadi seperti WAGs karena bisa diundang ke rumah mewah milik Ronaldo.
Hanya saja, kemudian mereka tersadar bayaran yang mereka dapatkan sangat rendah jika dibandingkan dengan WAGs sesungguhnya. Karena, mereka hanya dibayar 3.000 pounds (Rp56 juta).
Selain itu, Ronaldo, Nani, dan Anderson juga dianggap telah memperlakukan mereka seperti wanita rendahan yang hanya digunakan untuk memuaskan nafsu.
“Sofanya besar dan berbentuk L. Saya tidak percaya saya ada di sana. Saya merasa seperti seorang WAGs, Tapi, mereka membuat saya merasa murahan,” ujar salah seorang PSK, Tyese Cunningham yang kala itu masih berusia 18 tahun.