5 Keajaiban di Sepak Bola dari Kalah Telak Bisa Comeback, Nomor 2 Juara Liga Champions

Dimas Wahyu Indrajaya
Pemain Deportivo La Coruna, Juan Valeron merayakan gol ke gawang AC Milan pada laga leg kedua Liga Champions 2003/2004 di Stadion Riazor, Selasa (6/4/2004). (Foto: Twitter/@Squawka)

3. Deportivo La Coruna 5-4 AC Milan (2004)

Deportivo La Coruna merupakan tim hebat di Liga Spanyol pada awal 2000-an. Sejumlah bintang pernah menghiasi klub satu ini, sebut saja Albert Luque, Djalminha, dan Walter Pandiani. Mereka bahkan tampil di perempat final Liga Champions 2003/2004.

Di liganya para juara mereka mendapatkan hadangan dari klub langganan Liga Champions asal Italia, AC Milan. Rossoneri asuhan Carlo Ancelotti diunggulkan. Buktinya pada leg 1 mereka mampu menang 4-1 di Stadion San Siro.

Deportivo dikenal dengan julukannya saat itu, yakni Super Depor. Kesuperan mereka pun diperlihatkan pada leg kedua.

Penonton di Stadion Riazor dibuat bersorak empat kali. Deportivo tanpa ampun membobol gawang Nelson Dida dan menang empat gol tanpa balas.

Comeback! Deportivo pun menang agregat 5-4 atas AC Milan. Mereka kemudian maju ke semifinal dan melawan FC Porto. 

Sayangnya Deportivo saat itu harus gigit jari. FC Porto besutan Jose Mourinho mampu menang dan bahkan sampai menjuarai Liga Champions 2003/2004.

4. Real Madrid 5-5 Borussia Monchengadbach (1985)

Real Madrid dihancurkan 1-5 oleh Borussia Monchengladbach di babak 16 besar Piala UEFA pada 1985. Mgladbach pun terlihat sudah menapakkan kakinya di babak selanjutnya berkat kemenangan besar tersebut.

Hanya saja Real Madrid bangkit pada leg kedua. Di Stadion Santiago Bernabeu, El Real mampu menghantam Mglabach 4-0 sehingga menang gol tandang dengan agregat 5-5.

Pada musim itu juga mereka sanggup menjuarai Piala UEFA. Jorge Valdano dkk menang 5-3 melawan FC Koln di final.

5. Barcelona 5-6 Metz (1984)

Terjadi pada ajang Piala Winners 1984/1985. Saat itu tim raksasa Spanyol Barcelona menghadapi wakil Prancis, FC Metz.

Barcelona jelas diunggulkan mengingat materi pemainnya tidak biasa. Salah satu bintangnya saat itu ialah Bernd Schuster.

Pada leg pertama, Schuster menyumbangkan satu gol saat Barcelona menang 4-2 di kandang Metz. Namun El Barca loyo pada leg kedua. Skuad Terry Venables dikalahkan 1-4 oleh Metz di depan puluhan ribu penonton di Stadion Camp Nou.

Toni Kurbos memborong tiga gol pada laga tersebut. Metz pun menang agregat 6-5 atas Barcelona.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
Soccer
5 jam lalu

John Herdman Segera Coret 17 Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

Soccer
6 jam lalu

Timnas Indonesia Kumpul Setelah Idul Fitri Jelang FIFA Series 2026, PSSI Pastikan Persiapan Sudah Matang

Soccer
9 jam lalu

Ole Romeny Dikabarkan Cedera Patah Kaki, PSSI Langsung Buka Suara

Soccer
16 jam lalu

Garuda Calling Meledak! PSSI Panggil 41 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Ini Alasan Besarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal