Pada edisi ini, Brasil kembali memenangkan pertandingan. Selain itu, Brasil menampilkan tujuh gol pada semifinal. Dengan kemenangan yang ketiga kalinya, Brasil melepaskan Pele, pemain legenda kebanggaan Brasil, yang berarti berakhirnya era Pele pada Piala Dunia edisi kesembilan.
2. Piala Dunia 1978
Piala Dunia 1978 menjadi piala dunia yang bercampur dengan hal-hal politik, bahkan Piala Dunia ini merupakan edisi paling politis karena berada di bawah bayang-bayang junta militer brutal pimpinan komandan Jorge Rafael Videla. Di bawah bayang-bayang Videla, rakyat Argentina diselimuti rasa takut.
Bahkan Piala Dunia 1978 ini dimanfaatkan oleh Jorge Videla sebagai ajang mengubah citranya menjadi lebih baik. Meskipun begitu, di tengah kontroversi yang ada, Argentina berhasil tampil memukau dan meraih gelar juara Piala Dunia edisi kesebelas.
3. Piala Dunia 1982
Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol membawa kabar mengejutkan. Pasalnya, tak ada yang memprediksikan bahwa Italia akan menjuarai Piala Dunia 1982. Namun, Italia tampil memukau saat mengalahkan calon kuat juara, Brasil.
Tak disangka muncul skandal dua tahun sebelum pagelaran Piala Dunia 1982. Beberapa pemain dilarang merumput di Piala Dunia 1982. Meskipun begitu, Italia berhasil mengalahkan dua klub kebangaan Amerika, Argentina dan Brasil. Piala Dunia 1982 ini menjadi obat pelipur lara atas skandal pengaturan pertandingan yang sempat mencoreng sepak bola Italia.