Ada 7 tim kuda hitam gemparkan Liga Champions. Foto: Birmingham Live
Ilham Sigit

LONDON, iNews.id - Ada 7 tim kuda hitam gemparkan Liga Champions. Salah satunya diperkuat mantan pelatih Timnas Indonesia.

Liga Champions merupakan kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Salah satu faktornya adalah kehadiran pemain-pemain bintang yang menghiasi kompetisi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, trofi Si Kuping Besar kerap kali dikuasai oleh raksasa Spanyol, Real Madrid. Namun faktanya, tidak hanya klub elite yang mencuri perhatian di Liga Champions.

Klub-klub kuda hitam memiliki pesona tersendiri sehingga memiliki tempat di hati para pencinta sepak bola. Klub mana saja?

Berikut 7 Tim Kuda Hitam Gemparkan Liga Champions:

1. AS Monaco dan FC Porto

AS Monaco dan FC Porto mencuri perhatian pada Liga Champions edisi 2003/2004. Keduanya melaju ke partai final meski bukan berstatus tim unggulan.

Di musim itu, nasib Porto di babak gugur terbilang lebih beruntung ketimbang Monaco. Porto kebetulan bertemu tim-tim yang realistis untuk dikalahkan di fase gugur seperti Olympique Lyon dan Deportivo La Coruna.

Hanya Manchester United saja lawan Porto yang cukup berat, tepatnya di babak 16 Besar. Sementara Monaco yang kala itu diasuh Didier Deschamps harus bersua Real Madrid dan Chelsea dalam perjalanan menuju final.

Porto yang kala itu diasuh Jose Mourinho pun berhasil keluar sebagai juara. Mereka menang tiga gol tanpa balas atas Monaco di partai puncak.

2. Olympique Lyon

Jauh sebelum PSG, Lyon lebih dulu berbicara banyak di ajang Liga Champions. Lyon pernah tiga kali beruntun menembus perempat final Liga Champions, tepatnya dalam kurun waktu 2003 hingga 2006.

Lyon juga pernah menembus partai semifinal, tepatnya pada musim 2009/2010 dan 2019/2020. Selain itu, Lyon juga pernah memiliki sederet bintang menakutkan, sebut saja Junino Pernambucano hingga Karim Benzema.

3. Valencia

Valencia pernah menjadi tim yang cukup menakutkan di era kejayaannya. Komposisi pemain yang dimiliki Valencia cukup membuat banyak tim bergidik ngeri, sebut saja sederet bintang seperti Pablo Aimar, Gaizka Mendieta hingga Santiago Canizares.

Valencia pun pernah dua kali beruntun menembus partai final Liga Champions, tepatnya dalam kurun waktu 2000 hingga 2001. Namun klub berjuluk El Che itu selalu kandas di partai puncak.

Sayangnya pamor Valencia sebagai klub elite perlahan menurun. Sejumlah bintang Valencia kerap kali dicomot oleh banyak klub-klub besar.

4. Bayer Leverkusen

Sederet nama-nama besar seperti Michael Ballack, Ze Roberto hingga Dimitar Berbatov lahir dari Bayer Leverkusen. Klub yang bermarkas di Bay Arena itu pun pernah berbicara banyak di ajang Liga Champions, tepatnya di musim 20012002.

Dalam perjalanannya, Leverkusen menyingkirkan dua raksasa Inggris, Liverpool dan Man United. Namun sayang perjalanan Leverkusen kandas di final usai takluk 1-2 dari Real Madrid.

5. Aston Villa

Musim 1981/1982 menjadi milik Aston Villa. Ya, klub asal Birmingham itu juga pernah menyabet status penguasa Eropa.

Hebatnya lagi, Villa membuat kejutan kala berhasil menumbangkan raksasa Jerman, Bayern Munchen di partai final. Bayern yang kala itu dihuni Karl-Heinz Rumenigge dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0.

Uniknya, pencetak gol pada laga itu adalah eks pelatih Timnas Indonesia, Peter Withe. Gol Withe di menit 67 membuat publik De Kuip Arena, Rotterdam kala itu bergemuruh.

Sekadar informasi, Withe menjabat sebagai arsitek Timnas Indonesia pada periode 2004 hingga 2007. Pria asal Inggris itu pernah membawa Skuad Garuda ke partai final Piala AFF 2004, yang kala itu masih bernama Piala Tiger.

6. Nottingham Forest

Nottingham Forest dua kali beruntun menjuarai Liga Champions, tepatnya pada musim 1978/1979 dan 1979/1980. Saat itu, kompetisi tertinggi Eropa masih belum berformat Liga Champions.

Kompetisi saat itu juga masih banyak didominasi oleh klub-klub yang kini sudah kehilangan pamornya. Sebagai contoh, babak semifinal di musim 1978/1979 dihuni oleh klub-klub seperti Austria Wina, FC Koln dan Malmo FF.

Di musim tersebut, Nottingham menekuk Malmo FF dengan skor tipis 1-0 pada partai final. Di musim selanjutnya, klub berjuluk The Forest itu membungkam wakil SV Hamburg dengan skor yang sama.



Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT