Ubed menyadari tantangan utama datang dari perbedaan waktu hingga enam hingga tujuh jam antara Indonesia dan Eropa. Meski demikian, ia menegaskan tidak merasa cemas. Adaptasi pola tidur menjadi fokus untuk tetap prima selama bertanding.
“Mungkin penyesuaiannya waktu ya. Karena beda kurang lebih 6 jam atau 7 jam. Pas di sini (Indonesia) tuh malam, di sana tuh masih siang. Mungkin dari tidurnya sih, ya harus bisa menyesuaikan,” tuturnya.
Swiss Open 2026 digelar pada 10-15 Maret di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, sementara Orleans Masters berlangsung 17-22 Maret di Palais des Sports, Orleans, Prancis. Dua turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi Ubed untuk mengukir prestasi di kancah internasional.
PBSI berharap penampilan Ubed bisa membuka jalan bagi pemain muda Indonesia bersaing di level global. Dengan mental kuat dan persiapan matang, Ubed menjadi harapan baru tunggal putra di turnamen BWF Eropa tahun ini.