“Kisah yang disampaikan jersey ini merupakan salah satu yang paling kuat dalam sepak bola Eropa. Klub ini selalu menemukan cara untuk bangkit ketika momen terpenting tiba dan kami ingin seragam ini membawa semangat tersebut ke masa depan,” kata Gauthier.
Dia menjelaskan setiap simbol pada jersey memiliki alasan khusus. Sayap phoenix, karangan laurel, dan tulisan Yunani dipilih untuk menghormati kemampuan AC Milan dalam bangkit.
“Sayap phoenix, laurel, dan tulisan itu, setiap elemen memiliki alasan. Kami bangga menciptakan sesuatu yang menghormati apa yang telah dibuktikan mampu dilakukan klub ini,” tuturnya.
Versi autentik jersey menggunakan bahan ULTRAWEAVE dari PUMA. Material tersebut sangat ringan dan dirancang untuk memberi keleluasaan bergerak kepada pemain.
Teknologi dryCELL dan ThermoAdapt juga digunakan untuk membantu mengelola keringat serta mengatur suhu tubuh selama pertandingan.
Sementara itu, versi replika membawa desain yang sama untuk digunakan di tribune maupun dalam aktivitas sehari-hari. Jersey tersebut dibuat memakai teknologi RE dengan komposisi 95 persen poliester daur ulang yang berasal dari limbah tekstil.