LISBON, iNews.id - Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, menorehkan sejarah dengan gol kepala dramatis pada menit ke-98 yang membuat Real Madrid kalah 4-2 di Liga Champions, Kamis (26/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu sekaligus mengamankan tiket play-off bagi tim Jose Mourinho.
Trubin, 24 tahun, bukan hanya menjadi pahlawan di Da Luz, tapi kisah hidupnya menambah dramatis momen tersebut. Pemain asal Ukraina itu dua kali terpaksa meninggalkan rumah akibat perang: pertama meninggalkan Donetsk pada 2014 dan kemudian Lutsk pada 2022 setelah invasi Rusia ke negaranya.
Gol Trubin tercipta dari sebuah set piece terakhir. Dia maju ke kotak penalti Los Blancos, menyambut umpan presisi dari Fredrik Aursnes dengan sundulan yang menaklukkan Thibaut Courtois, menjadikannya hanya kiper kelima yang mencetak gol di Liga Champions.
Hasil itu membuat Benfica tetap hidup di Eropa, sementara Real Madrid tersingkir dari delapan besar fase grup dan harus melalui play-off untuk tetap bersaing. "Shot-stopper’s heroics will always live in infamy," tulis media internasional, menekankan momen bersejarah Trubin.
Perjalanan hidup Trubin jauh dari mudah. Pada usia 13 tahun, dia meninggalkan Donetsk untuk bergabung dengan akademi Shakhtar Donetsk di Kiev setelah aneksasi ilegal Crimea dan konflik di Donbas.
“Saya ingin perang ini segera berakhir agar semuanya bisa kembali normal,” ujarnya dalam wawancara dengan Goal pada 2022.