Meski kecewa, Gordon menilai pengalaman pahit tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan tim. Dia mengakui momen di semifinal menjadi salah satu perubahan emosi terbesar dalam kariernya.
"Saya tidak pernah merasa lebih baik daripada ketika mencetak gol di pertandingan melawan Argentina dan saya juga tidak pernah merasa lebih buruk 20 menit kemudian," ucap Gordon.
"Ketika kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup, entah itu seseorang, pertandingan, atau sesuatu yang sangat ingin dimiliki, Anda tidak akan pernah menjadi orang yang sama lagi," tambahnya.
Gordon berharap luka dari kegagalan tersebut bisa menjadi motivasi untuk berkembang. Menurut dia, pengalaman pahit tidak selalu harus menjadi hal negatif jika mampu diambil sebagai pelajaran.
"Luka itu ada, tetapi luka tersebut tidak selalu harus menjadi sesuatu yang negatif. Anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik karena itu. Anda bisa belajar banyak hal tentang dunia dan tentang diri sendiri," kata Gordon.
Inggris kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di UEFA Nations League. The Three Lions dijadwalkan menghadapi Spanyol yang menjadi juara dunia, sebelum melawan Republik Ceko.
Serangkaian pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Tuchel dan skuad Inggris untuk membuktikan perkembangan tim sekaligus memperbaiki kekurangan yang terlihat saat gagal melaju ke final Piala Dunia.