Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Marcos Vinicius dos Santos Goncalves pada musim keduanya bersama Arema FC. Padahal, pengalaman menangani klub Indonesia sebelumnya menjadi salah satu modal penting pelatih asal Brasil tersebut.
Manajemen Arema FC Ungkit Pengalaman Masa Lalu
Yusrinal, yang akrab disapa Inal, menegaskan pergantian pelatih tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan. Manajemen juga mempertimbangkan kondisi internal, kebutuhan teknis, hingga aspek psikologis pemain.
Dia kemudian menyinggung pengalaman Arema FC pada masa lalu ketika seorang pelatih terlihat ideal dan mendapat dukungan publik, tetapi sejumlah tanggung jawab penting justru dijalankan jajaran asistennya.
"Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan, hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm) Coach Kuncoro," kata Inal.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi manajemen dalam menentukan masa depan tim. Inal menilai keputusan mempertahankan maupun mengganti pelatih harus mempertimbangkan berbagai kondisi yang tidak seluruhnya terlihat dari luar.