Masalah utama muncul pada penyelesaian akhir. Umpan silang yang dilepaskan gagal dimanfaatkan Viktor Gyokeres, yang hanya mencatatkan tujuh sentuhan selama lebih dari satu jam berada di lapangan.
Arteta menilai pergerakan pemain sebenarnya sudah sesuai rencana. Namun ada ruang yang tidak terisi di momen krusial.
“Pergerakannya ada, kedatangannya ada, pemainnya ada,” ujar Arteta.
“Ada dua atau tiga situasi bola melintas dan kami perlu mengisi ruang yang tidak kami isi untuk mencetak gol, tetapi di banyak area lain situasinya sebenarnya ada,” lanjut dia.
Arteta membandingkan laga ini dengan kemenangan Arsenal atas Aston Villa. Menurut dia, efektivitas di area kotak penalti menjadi pembeda utama dalam pertandingan besar.
“Melawan Villa kami sangat bagus dalam hal itu dan setiap kali kami melakukan itu, itulah alasan kamu memenangkan pertandingan besar. Hari ini kami gagal melakukannya,” tutur Arteta.
Meski gagal mencetak gol, Arteta menyoroti disiplin pertahanan Arsenal. Dia menilai timnya tidak memberi peluang berarti kepada Liverpool selaku juara bertahan.
“Dengan kegagalan itu setidaknya kami sangat disiplin dan sama sekali tidak kebobolan apa pun dari sang juara,” tutup Arteta.