Gol Saka menjadi momen kunci setelah minimnya ancaman ke gawang lawan sepanjang babak pertama. Pemain muda tersebut kini telah mengoleksi 13 gol di Liga Champions bersama Arsenal, menyamai posisi keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa di kompetisi ini.
Pertandingan tidak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial terkait penalti. Arsenal sempat meminta hadiah penalti pada menit ke-35 saat Antoine Griezmann menjatuhkan Trossard di kotak terlarang, namun wasit Daniel Siebert memilih melanjutkan permainan.
Atlético Madrid juga melayangkan dua protes pada babak kedua. Giuliano Simeone sempat terjatuh usai kontak dengan Gabriel Magalhães, disusul Antoine Griezmann yang kembali jatuh akibat tekel Riccardo Calafiori. Namun, wasit sudah lebih dulu meniup peluit karena pelanggaran Atlético.
Arsenal menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang Liga Champions musim ini. Mereka belum terkalahkan dalam 14 pertandingan dan hanya kebobolan enam gol, catatan yang mempertegas kekuatan lini pertahanan tim.
Selain mencatatkan clean sheet di semua laga kandang fase gugur, Arsenal juga hanya kebobolan empat gol selama fase liga, sambil menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan.
Kemenangan atas Atlético melengkapi pekan gemilang bagi skuad Mikel Arteta. Sebelumnya, mereka juga berhasil kembali unggul atas Manchester City dalam persaingan gelar Liga Inggris, membuka peluang mengakhiri puasa gelar liga sejak 2004.
Sementara itu, kegagalan ini memperpanjang penantian Atlético Madrid untuk meraih trofi Liga Champions pertama. Tim asuhan Diego Simeone sebelumnya dua kali mencapai final pada 2014 dan 2016, namun selalu kalah dari rival sekota, Real Madrid.