Angka itu menjadi tolok ukur keras bagi Arsenal dan Manchester City untuk menilai kelayakan kesepakatan. Klub-klub peminat harus menimbang nilai investasi dengan kontribusi jangka panjang sang pemain.
Kontrak Livramento di Newcastle tersisa dua tahun. Situasi ini menuntut keseimbangan dalam negosiasi, terutama saat harga tinggi dipatok untuk pemain dengan profil usia muda.
Dari sisi kualitas, Livramento dikenal tampil konsisten di Premier League dan sempat disebut “fenomenal” berkat performanya. Usia 23 tahun memberi ruang perkembangan lebih besar pada masa depan.
Namun, catatan kebugaran menjadi sorotan serius. Sepanjang musim 2025/26, dia mengalami empat cedera berbeda, termasuk masalah lutut, hamstring, dan paha. Data Transfermarkt mencatat dia absen lebih dari 30 pertandingan di semua ajang.
Dengan riwayat cedera yang sudah membuat Arsenal kerepotan musim lalu, langkah menebus Livramento dengan harga fantastis berisiko tinggi. Bursa transfer musim panas ini pun berpotensi menghadirkan dilema besar bagi The Gunners.