Persiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menyangkut kesiapan skuad. Borneo FC juga harus memastikan berbagai kebutuhan pertandingan dan kondisi Stadion Segiri sesuai dengan standar penyelenggaraan yang berlaku.
Tantangan muncul karena sejumlah wilayah di Kalimantan menghadapi bencana karhutla. Samarinda pun masih berstatus tanggap darurat bencana per 14 Oktober 2026, sedangkan kualitas udara di sekitar Stadion Segiri masih berpotensi terdampak asap kebakaran.
Meski situasi tersebut menjadi perhatian, Tomi menegaskan Borneo FC tetap menjalankan persiapan sebagai peserta sekaligus penyelenggara turnamen. Dia menyebut koordinasi terus dilakukan agar seluruh kebutuhan pertandingan dapat dipenuhi sesuai ketentuan AFC.
"Borneo FC Samarinda terus mempersiapkan diri sebagai tim tuan rumah sekaligus penyelenggara ACGL di Samarinda. Dalam proses persiapan ini, kami berpedoman pada regulasi, ketentuan, serta standar penyelenggaraan yang telah ditetapkan oleh AFC," ungkap Tomi ketika dihubungi iNews Media Group via WhatsApp, Rabu (14/10/2026).
Dia menambahkan, seluruh aspek yang menjadi tanggung jawab klub terus dipersiapkan dan dikoordinasikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan pertandingan berjalan sesuai aturan yang berlaku.