Memasuki babak kedua, Jepang tidak menurunkan intensitas permainan. Tekanan konstan kembali menghasilkan gol ketiga melalui titik putih.
Ryunosuke Sato menjalankan tugas sebagai algojo penalti dengan tenang setelah Liu Haofan melakukan handball di area terlarang. Tendangan Sato ke sudut kiri bawah tak mampu dibendung kiper China.
China sempat mencetak gol balasan pada menit ke-68 melalui Xiang Yuwang yang memanfaatkan bola rebound di depan gawang. Namun harapan tersebut pupus setelah wasit menganulir gol karena posisi offside.
Situasi tersebut justru membuat pertahanan China semakin terbuka. Jepang kembali memanfaatkannya pada menit ke-78 melalui gol kedua Kosei Ogura.
Tembakan mendatar Ogura dari luar kotak penalti kembali menjebol gawang China sekaligus memastikan kemenangan mutlak 4-0 untuk Jepang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Jepang tetap tampil disiplin dan solid, menutup laga final tanpa memberi kesempatan bagi China untuk bangkit.
Hasil ini memastikan Jepang U-23 meraih gelar juara Piala Asia U-23 2026, sekaligus mempertegas dominasi mereka di level usia Asia.
Gelar tersebut menjadi trofi ketiga Jepang sejak Piala Asia U-23 digelar pertama kali pada 2013, setelah sebelumnya meraih juara pada edisi 2016 dan 2024 yang sama-sama berlangsung di Qatar.