Pelatih berusia 46 tahun itu menyoroti efektivitas serangan Persebaya yang belum maksimal. Meski mampu membangun sejumlah peluang melalui permainan terbuka dan umpan silang, penyelesaian akhir tetap menjadi persoalan yang membuat timnya gagal meraih hasil positif.
"Kami juga melancarkan beberapa umpan silang, namun umpan terakhir maupun penyelesaian akhir kami kurang maksimal. Di sisi lain, tim lawan tidak mencetak gol dan bahkan tidak melepaskan tembakan ke arah gawang kami," ungkap Tavares.
Persebaya sebenarnya mampu memberikan tekanan kepada pertahanan PSM Makassar. Namun, pertandingan berubah pada menit ke-74 ketika Yuran Fernandes melakukan gol bunuh diri yang membuat tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan. PSM yang mendapatkan keuntungan dari kesalahan pemain lawan kemudian berusaha mempertahankan keunggulan hingga memasuki masa tambahan waktu babak kedua.
Drama terjadi ketika Agung Mannan melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di kotak penalti. Wasit memberikan hadiah tendangan penalti untuk Persebaya sekaligus mengganjar Agung dengan kartu merah sehingga PSM harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.