Bodo/Glimt Pembunuh Raksasa: Dari Stadion 8.200 Kursi ke 16 Besar Liga Champions

Reynaldi Hermawan
Bodo/Glimt singkirkan Inter Milan dengan agregat 5-2 dan melaju ke 16 besar Liga Champions, menegaskan kebangkitan klub Norwegia tersebut di Eropa. (Foto: UEFA)

Dari Promosi ke Panggung Elite Eropa

Bodo/Glimt baru promosi ke kasta tertinggi Norwegia pada 2017, kompetisi yang selama tiga dekade didominasi Rosenborg. Sejak itu, mereka menjelma menjadi kekuatan baru dengan meraih empat gelar liga dalam enam musim terakhir.

Perjalanan Eropa mereka pun menanjak. Musim lalu, Bodo/Glimt menjadi tim Norwegia pertama yang mencapai semifinal kompetisi besar Eropa setelah melaju ke empat besar Liga Europa. Sebelum musim ini, capaian terbaik mereka ialah menyingkirkan Lazio lewat adu penalti di perempat final sebelum dihentikan Tottenham Hotspur.

Kini level mereka meningkat drastis. Tanpa deretan bintang dan dengan anggaran terbatas, Bodo/Glimt melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dan berpeluang menghadapi Manchester City atau Sporting Lisbon pada fase berikutnya.

Sebelumnya, mereka kerap dianggap lawan sulit karena bermain di lapangan sintetis dan cuaca dingin ekstrem di Stadion Aspmyra yang berkapasitas 8.200 penonton. Namun kemenangan tandang atas Inter membuktikan kekuatan mereka tidak hanya bergantung pada kandang.

Bagi Inter, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Klub tiga kali juara Eropa itu memiliki sejarah dan anggaran jauh lebih besar. Musim lalu mereka mencapai final setelah menyingkirkan Bayern Munich dan Barcelona.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui kualitas lawan.

"Kami tahu Liga Champions sangat kompetitif, jika sebuah tim mencapai tahap ini berarti mereka menawarkan sesuatu," kata dia.

"Mereka menunjukkan itu di Dortmund, Madrid, melawan City dan dua kali melawan kami," ujarnya.

Kekalahan Inter juga menjadi simbol kemunduran klub-klub Italia di Eropa. Juventus dan Atalanta masih tertinggal dari Galatasaray dan Borussia Dortmund, membuka kemungkinan Italia tanpa wakil di 16 besar. Situasi ini menambah tekanan bagi sepak bola Italia yang tengah berupaya mengembalikan reputasi di level tertinggi.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
Soccer
13 jam lalu

Kaka Buka-bukaan Ingin Culik 1 Pemain Inter untuk Bermain di AC Milan, Siapa?

Soccer
2 hari lalu

Inter Milan Incar Gelandang Jerman untuk Perkuat Lini Tengah Jelang Liga Champions

Soccer
2 hari lalu

Kejutan! Mantan Bintang Inter Milan Pulang Kampung dan Masuk Tentara Iran

Soccer
2 hari lalu

Arsenal dan Liverpool Saling Sikut Demi Bek Inter Milan, Barcelona Kena Tikung?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal